Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Risanja Risanja Risanja

will never lose The Shine

Risanja Risanja Risanja

will never lose The Shine

  • Home
  • Tentang
  • Tempat
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Home
  • Tentang
  • Tempat
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Risanja Risanja Risanja

will never lose The Shine

Risanja Risanja Risanja

will never lose The Shine

  • Home
  • Tentang
  • Tempat
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
  • Home
  • Tentang
  • Tempat
  • Artikel
  • Berita
  • Teknologi
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Artikel/Buat Dirimu Aman di RS : Pengurangan Risiko Pasien Jatuh
ArtikelQuality Improvement

Buat Dirimu Aman di RS : Pengurangan Risiko Pasien Jatuh

August 27, 2026
0

Risanja.com – Pasien jatuh saat menjalani perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan merupakan salah satu kejadian tidak diharapkan (adverse events) yang dapat berdampak fatal. Selain berpotensi memperpanjang masa rawat inap (length of stay), insiden jatuh dapat menyebabkan cedera fisik berat seperti fraktur, trauma kepala, hingga penurunan kualitas hidup.

Oleh karena itu, dalam Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) atau International Patient Safety Goals (IPSG), Standar Ke 6 berfokus pada Pengurangan Risiko Pasien Jatuh. Standar ini menuntut fasilitas kesehatan untuk menerapkan sistem asesmen, pencegahan, dan pemantauan yang terstruktur guna melindungi pasien dari risiko jatuh selama proses perawatan.

Mengapa Pasien di Rumah Sakit Berisiko Jatuh?

Risiko jatuh pada pasien di fasilitas kesehatan umumnya disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama:

  1. Faktor Intrinsic (Dari Dalam Diri Pasien)

    • Usia lanjut atau balita.

    • Riwayat jatuh sebelumnya.

    • Gangguan keseimbangan, kognitif, atau penurunan kesadaran.

    • Kelemahan fisik atau keterbatasan mobilitas.

    • Penyakit kronis (seperti stroke, Parkinson, atau gangguan penglihatan).

  2. Faktor Extrinsic (Dari Lingkungan & Pengobatan)

    • Penggunaan obat-obatan tertentu (sedatif, antihipertensi, diuretik, atau anestesi).

    • Lingkungan yang licin, pencahayaan kurang, atau selang infus yang melilit.

    • Penggunaan alat bantu jalan yang tidak sesuai.

Langkah-Langkah Strategis Pengurangan Risiko Jatuh

Pencegahan pasien jatuh dilakukan secara berkesinambungan sejak pasien pertama kali masuk hingga selesai menjalani perawatan:

1. Asesmen dan Pengkajian Ulang Risiko Jatuh

Seluruh pasien wajib menjalani pengkajian risiko jatuh menggunakan instrumen yang tervalidasi sesuai dengan kelompok usia dan kondisi pasien:

  • Skala Morse (Morse Fall Scale): Digunakan untuk pasien dewasa di ruang rawat inap umum.

  • Skala Humpty Dumpty: Digunakan khusus untuk pasien anak-anak (pediatrik).

  • Sydney Scoring System: Umumnya digunakan pada pelayanan rawat jalan atau instalasi gawat darurat.

  • Asesmen Ulang: Wajib dilakukan secara berkala, saat terjadi perubahan kondisi klinis pasien, perpindahan ruangan, atau setelah pemberian obat yang memicu kantuk/pusing.

Baca Selengkapnya  Bhuta Cuil Penyebab Hancurnya Rumah Tangga
2. Pemberian Penandaan Visual yang Jelas

Untuk memudahkan seluruh tim medis dan staf mengenali pasien berisiko tinggi:

  • Memasang gelang identitas warna kuning pada pergelangan tangan pasien.

  • Memasang stiker atau segitiga risiko jatuh (kuning) pada tempat tidur, pintu kamar, atau berkas rekam medis pasien.

3. Intervensi dan Pencegahan Standar

Berdasarkan tingkat risiko (rendah, sedang, atau tinggi), langkah-langkah pencegahan berikut wajib diterapkan:

  • Pengamanan Tempat Tidur: Memastikan penghalang samping (side rails) tempat tidur selalu terpasang dan kunci roda tempat tidur dalam posisi terkunci.

  • Aksesibel & Cepat Tanggap: Meletakkan tombol pemanggil perawat (nurse call) serta barang-barang pribadi pasien dalam jangkauan yang mudah.

  • Edukasi Pasien dan Keluarga: Mengedukasi keluarga untuk selalu mendampingi pasien dan meminta bantuan perawat saat pasien ingin beranjak dari tempat tidur atau pergi ke kamar mandi.

  • Fasilitas Lingkungan Aman: Memastikan lantai tidak licin, penerangan kamar cukup (termasuk lampu malam), serta kamar mandi dilengkapi dengan pegangan tangan (grab bar).

Membangun Kepedulian Bersama untuk Pencegahan Risiko Jatuh

Pencegahan pasien jatuh bukan hanya tugas perawat atau dokter, melainkan tanggung jawab seluruh elemen rumah sakit termasuk staf kebersihan, sarana prasarana, serta partisipasi aktif dari keluarga pasien. Melalui asesmen risiko yang akurat, edukasi berkesinambungan, dan intervensi lingkungan yang tepat, fasilitas kesehatan dapat menekan angka kejadian pasien jatuh hingga tingkat paling minimal, mewujudkan lingkungan perawatan yang aman dan terpercaya.

Penulis : Ns. I Kadek Krisma Ari Sanjaya., S.Kep., FISQua

Tags:

KesehatanRumah Sakit
Unknown's avatar
Author

Risanja Creative

Risanja adalah transformasi media creative yang dimulai dari pulau dewata. Membawa konsep Surya Risanja menjadi media informasi kreatif, inovatif dan terlengkap, seputar Budaya, Ekonomi, Teknologi, Kesehatan.

Follow Me
Other Articles
Previous

Mengenal SKP yang Pertama : Ketepatan Identifikasi Pasien

Next

Gema Mantra di Shibuya: Puncak Perjuangan dan Sisi Spiritual Tour Beduda Ngurek Jepang Nanoe Biroe

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami

Risanja adalah tranformasi platform informasi dengan gaya yang segar untuk menyajikan informasi terkini.

Search

What New

  • “Kena Musibah” Tumpahan B3? Jangan Panik, Ini Jurus Cepat Mengatasinya!
  • Mengupas Makna “Tresna Lintas Planet” Nanoe Biroe
  • Serentak Ngebor Ibu Pertiwi, Untuk Tenggelamkan Anak Cucu Kita di Bali
  • Ary Kencana, Bangkit Dengan Konsistensi dan Rajai Panggung Sampai Upacara Adat Pulau Dewata di Tahun 2026
  • Gema Mantra di Shibuya: Puncak Perjuangan dan Sisi Spiritual Tour Beduda Ngurek Jepang Nanoe Biroe

Powered by

Recent Posts

  • “Kena Musibah” Tumpahan B3? Jangan Panik, Ini Jurus Cepat Mengatasinya!
  • Mengupas Makna “Tresna Lintas Planet” Nanoe Biroe
  • Serentak Ngebor Ibu Pertiwi, Untuk Tenggelamkan Anak Cucu Kita di Bali
  • Ary Kencana, Bangkit Dengan Konsistensi dan Rajai Panggung Sampai Upacara Adat Pulau Dewata di Tahun 2026
  • Gema Mantra di Shibuya: Puncak Perjuangan dan Sisi Spiritual Tour Beduda Ngurek Jepang Nanoe Biroe

Archives

  • September 2026 (19)
  • August 2026 (18)
  • July 2026 (33)

Tentang Kami

Selamat datang di Risanja.com adalah sebuah ekosistem modern yang dirancang khusus untuk generasi muda, kreator konten, dan para pencari inspirasi.

Copyright 2026 — Risanja. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme